Powered By Blogger

Sabtu, 27 April 2013

Apa sih yang membuat cewek bisa tertarik sama cowok?

Apa sih yang membuat cewek bisa tertarik sama cowok?

 
Yailaaah, masih muda, ganteng, karier bagus duit kenceng kok pilihnya ‘daun tua’ sih? Dah gitu ‘big size’ pula… padahal kan banyak cewek cakep yang masih muda yang  mau sama dia ..
Bused deh tuh cewek liat apaan yah, tampang cowoknya awut-awutan, naek vespa butut pula. Kok mau yah sama tu cowok?
Aneh binti ajaib emang kalo ada orang yang {akhirnya} memilih pasangan tidak dengan ‘standar kacamata dunia’ yang bilang PENAMPILAN dan MATERI nomor satu {tampang, bodi dan duit dan embel-embelnya} tapi tentu ADA dooong! Iya gak? Trutama anak-anak Tuhan pasti gak mau ‘kecele’ sama yang kayak gitu-gituan, ya kan?
So apa sih sebenernya yang dicari cewek/cowok dalam diri lawan jenis untuk dijadikan pasangannya? Sebenernya ini bisa jadi list yang super panjang yang ude pasti GAK ADA seorangpun bisa penuhin SEMUA hal itu. Face it lah, gak ada Mr. Perfect-Godly-Guy di dunia ini, gitu juga gak ada Miss Perfect kayak di amsal 31. Tapi setidaknya saya {mencoba} merangkum 3 hal yang secara general  wanita-wanita ‘dambakan’ dari seorang pria, are you ready to know guys?
Yang didambakan seorang wanita pada umumnya dari seorang pria :

1. Kepemimpinan {willing to lead and serve}

>> willing to lead
Wanita mendambakan kepemimpinan dari seorang pria {pasti cewek-cewek pada teriak histeris: AMEEEEN!!!}. Mo yang tipikalnya cewek stabil ampe yang koleris sekalipun pasti pengennya punya pasangan yang BISA MIMPIN. Kagak usahlah ngomong skala yang guede-guede kayak mimpin perusahaan or gereja, kalo kami lihat pria yang bisa MIMPIN DIRI SENDIRI sudah cukup kok :) Mimpin diri sendiri berbicara tentang disiplin hidup pribadi. Kami suka loh diam-diam mengamati, Pria ini gimana hubungannya sama Tuhan? Mau taat sama Firman gak? Saat teduhnya bolong-bolong gak? Prioritas hidupnya gimana? Punya tujuan hidup atau hal yang jelas buat dicapai gak? Gaya hidupnya gimana, suka males-malesan or berkhayal doang ato bahkan extreme yang satu lagi gila kerja sampe gak punya waktu buat maintenance hubungan? Kalo kami lihat seorang pria bisa ‘mimpin dirinya sendiri’ dengan baik, pasti kami merasa ‘lebih aman’ untuk mempercayai diri kami tunduk di bawah kepemimpinan pria tersebut {khususnya nanti pas jadi pasangan dan ketika jadi suami}.
>> willing to serve
Esensi kepemimpinannya Tuhan Yesus adalah memimpin lewat melayani bukan ‘bossy-bossy’ {nyuruh-nyuruh doang}. “Tidaklah demikian di antara kamu . . Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” ( Matius 20:26-27 ) Pria yang kami dambakan adalah pria yang MAU MELAYANI oranglain. Melayani artinya simple: mau do something for other people {bukannya mau other people do something for him} dan mau meringankan beban orang lain (gal 6: 2). Pria kayak gini nih, gak bakalan gengsian buat bantuin istri doing house-chores {kerjaan-kerjaan rumah kayak nyapu or nyuci piring or yang laennya} karena emang hatinya mau menolong, meringankan beban istrinya. Duh nulis kayak gini jadi inget suami sendiri, hihihi… so blessed to have a husband like him yang suka bantuin saya dengan kerjaan-kerjaan rumah.

2. Berfungsi dan Bertanggung jawab {willing to take initiative and work hard}

>> willing to take inisiative
Fungsi atau peranan pria dalam sebuah hubungan adalah sebagai ‘INISIATOR’ dan wanita sebagai ‘RESPONDER’. Itu kodrat alami! Tapi karena  fall into sins, pria banyak yang gak berfungsi sebagaimana dia diciptakan, malahan jadi pasif sif sif, terkurung dalam penjara ketakutan dan kemalasan. Gak heran banyak muncul wanita-wanita yang agresive, banyak ambil peranan dalam pelayanan, pekerjaan or kepemimpinan.  Padahal jauh dalam sanubari hati kami {cie ileeeeh} kami seneng loh liat pria2 yang inisiatif. Contoh simplenya, inisiatif dalam hal menawarkan/ memberi bantuan. Kalo ngebantu setelah terlebih dulu dimintai tolong mah itu namanya bukan inisiatif kan yah? ;p Inisiatifnya bukan karena ada udang di balik batu cuma sama orang-orang tertentu tapi itu jadi buah karakter yang tetap yang menjadi berkat buat banyak orang. Inisiatif juga berbicara tentang bagaimana si pria memberi diri untuk ambil tanggungjawab, brusaha memulai hubungan, mencari topic pembicaraan, memberi idea bukan menjadi Mister ‘up to you’ yang sukanya ngomong terserah-terserah aja.
  • Ce : Mau makan dimana’ mas?
  • Co : hmm, dimana yah? Terserah eneng aja deh..*sambil mesem-mesem tak jelas*
  • Ce : Mo ngapain nih abis ini?
  • Co : ngapain yah? Kamu maunya ngapain? Aku mah terserah aja deh
  • Ce : Menurut abang bajunya bagusan yang mana? Ini atau yang itu?
  • Co : hmm, abang mah terserah kamu. Kamu sukanya yang mana?
  • Yaaaaaaaaaaaaaah… gubraks deh klo ketemu model beginian >.<
>> willing to work hard
“ Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya” (ams 10:4). Kalo liat cowok rajin duh rasanya seneng deh tapi kalo liat cowok yang omdo (omong-omong doang) dan malas rasanya bisa illfeel deh!  Gimana bisa trust our future sama cowok yang model begitu? Kami tidak menuntut kudu harus kaya, punya tabungan bermilyar-milyar, punya rumah, mobil dan kapal pesiar buat {layak} ngelamar jadi pacar kami, asal kami lihat pria tersebut punya pekerjaan dan mau bekerja keras itu sudah cukup karena kami tau pria tersebut tidak akan membiarkan kami ‘kelaparan’.  “Dalam tiap jerih payah( baca : kerja keras) ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka (= omdo) mendatangkan kekurangan saja.” (ams 14: 23)

3. Kerendahan Hati {willing to admit mistakes/sins, ask for forgiveness and forgive others}

>> willing to admit mistakes/ sins and asking forgiveness
Wanita mendambakan pria yang HUMBLE alias gak gengsian. Cukup rendah hati buat ngakuin kesalahan dan minta maaf bukannya brusaha nutup-nutupin kesalahan dengan banyak dalih. “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” (ams 28:13) Kami tau tidak ada pria yang sempurna (karena kamipun bukan wanita sempurna)  tapi at least ketika menyadari  telah melakukan kesalahan {khususnya yang menyakiti oranglain} berani dan mau take effort untuk memulihkan hubungan dan mengusahakan perdamaian.
>> willing to forgive others
Humility juga artinya bersedia buat maafin kesalahan oranglain. Ngeri rasanya kalo liat pria yang terus-menerus menyimpan amarah, kekecewaan, luka, kebencian dan kepahitan di dalam hatinya. “Akal budi membuat seseorang panjang sabar  dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran” ( Ams 19: 11 ) Pria yang bisa mengampuni adalah pria yang lembut hatinya seperti Yesus dan pria seperti ini yang akan gain more respect from others!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar