Powered By Blogger

Senin, 01 Oktober 2012

My Other Half

My Other Half 
By : Andreas Dwi Chrisdiantoro

Bacaan: Yakobus 4:3 
 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.- Yakobus 4:3 

Dulunya aku yakin banget dengan si doi. Bahkan sebelum memutuskan jalan dengannya pun aku udah minta tanda dari Tuhan. Rasanya aku jadi mantap banget bahwa doilah jodoh yang kunanti-nanti selama ini. Tapi sekarang setelah jalan dengannya aku jadi ragu. Kalo dibandingin ama Rony ketua komsel yang jadi idola semua cewek di gerejaku, rasanya Jo nggak ada apa-apanya.
Apalagi kemarin Rony menyatakan cintanya padaku. Duuhhh... kepalaku jadi pusing! Aku jadi semakin ragu, rasanya aku udah mengambil keputusan yang salah waktu menerima cinta Jo dulu. Yang jelas Rony lebih dewasa, lebih rohani pula, penampilannya pun lebih keren. Duh gimana neh! Jodoh. Emang cuma 5 huruf doank, tapi bisa bikin kita jadi kebingungan.
Kita pengennya bisa pacaran 1 kali doank untuk selamanya. Perjalanan cinta berjalan mulus, sampai pernikahan nanti. Tapi belum lagi sampai pernikahan, kadang-kadang kita udah jadi ragu ‘n bingung. Padahal sebenernya kalo kita mau mengambil komitmen sungguh-sungguh untuk mencintai seseorang dan menerimanya apa adanya, kita nggak perlu dipusingkan lagi dengan istilah jodoh. Bahkan lebih ekstrimnya lagi, kita nggak perlu minta tanda-tanda segala. Minta tanda emang nggak dilarang, tapi kadang-kadang malah justru bisa bikin kita jadi bingung. Tanda bisa aja kita cocok-cocokin sendiri saat kita lagi falling in love dengan seseorang. Kita udah ngebet pengen banget jalan dengannya.
Akibatnya kita jadi memaksakan bahwa tanda kita udah digenapi Tuhan. Nubuat jadi Loe buat-buat deh! Orang yang lebih baik akan selalu bermunculan dalam hidup kita. Godaan untuk meninggalkan yang ada demi mendapatkan yang lebih oke, akan terus muncul.
Makanya kalo kita masih blom yakin, nggak usah memutuskan untuk pacaran dulu daripada akhirnya menyakiti kedua belah pihak.
Kalo kita udah menemukan orang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati ‘n bisa saling support satu sama lain, nggak usah bingung-bingung lagi deh. Biarin aja cowok-cowok yang lebih keren bersliweran, toh kita nggak bisa mendapatkan mereka semuanya!

Otoritas Allah

Otoritas Allah 
By: Andreas Dwi Chrisdiantoro

Bacaan: Imamat 27:30 
Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.- Maleakhi 3:8-12 

Pernah nggak ngebayangin menjadi Hawa yang tinggal di taman Eden? Betapa enaknya menikmati ribuan jenis buah-buahan yang ada disana. Nggak ada satupun yang jelek dan terserang hama. Semuanya segar, ranum, dan tentu penuh vitamin. Mo bikin rujak tinggal ambil, pengen bikin salad tinggal petik aja. Semua fresh, bebas pestisida, segar tanpa perlu dimasukin kulkas.
Pasti kulit Hawa sehat dan segar. Dia bisa menikmati buah apapun yang dia mau.
But, wait... ternyata nggak semuanya. Ada satu buah dari pohon yang ditengah taman.
Khusus buah itu, Tuhan nggak memberinya ijin untuk memakannya. Hawa boleh makan jutaan buah lainnya, tapi nggak untuk yang satu ini. Kalo dipikir-pikir, ngapain sih Tuhan pake bikin larangan segala? Kenapa Tuhan nggak bebaskan aja semuanya untuk dimakan, kan Tuhan sayang ama manusia? Buah pengetahuan yang baik dan buruk itu sebenarnya merupakan simbol otoritas Allah.
Tuhan memberi batasan wewenang bagi umat ciptaan-Nya yang nggak boleh dilanggar.
Kalo manusia benar-benar menghormati Allah Penciptanya, manusia tidak akan melanggar perintah itu. Dengan senang hati manusia akan taat dan menghormati otoritas Allah itu.
Hal yang sama juga masih berlaku sekarang ini. Coba kita pikirkan sejenak, kenapa dari 100% penghasilan kita, Tuhan menyuruh kita menyisihkan 10%nya untuk persembahan persepuluhan. Kenapa nggak semuanya aja dinikmati manusia? Persepuluhan sebenarnya juga merupakan simbol otoritas Allah atas hidup kita. Apakah kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan ato nggak, bisa dibuktikan salah satunya melalui kesetiaan kita memberi persepuluhan.
Kalo kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan, kita nggak akan berani mengutak-utik 10% penghasilan kita yang telah dikhususkan itu. Kita akan memberikan persepuluhan dengan hati yang dipenuhi rasa hormat terhadap Allah.

Pengganti Dosa

Pengganti Dosa 
By: Andreas Dwi Chrisdiantoro

 Bacaan: Yohanes 16:4b-15 
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;- Yohanes 16:8 


Ada seorang pemabuk berat yang bertobat dan selama beberapa minggu sudah bisa menang atas nafsunya. Suatu hari ketika dia sedang melewati kedai minuman, bau menyengat alkohol menggugah kembali selera lamanya untuk minum. Hatinya bergejolak.
Kalo mau minum lagi, berarti usahanya selama ini sia-sia, tapi kalo nggak rasanya juga nggak bisa tahan.
Lalu dia melihat ada iklan di toko sebelahnya, “Semua lemak susu dapat Anda minum, hanya per gelas.”
Lalu dia segera masuk ke toko itu dan minum sampai 3 gelas. Perutnya jadi sangat kenyang dan dia tidak tergoda lagi ketika lewat di depan kedai minuman itu.
D. L Moody memperjelas prinsip ini dalam sebuah demonstrasi. “Bagaimana caranya supaya saya bisa mengeluarkan udara dari gelas ini?” tanyanya di depan umum. “Hisaplah dengan pompa!” kata seseorang. “Itu akan menimbulkan kehampaan dan menyebabkan gelas ini pecah.” jawabnya. Setelah sekian banyak saran yang ternyata kurang tepat, Moody mengambil air dan mengisikannya ke dalam gelas itu. “Apakah sekarang udara sudah berpindah?” Semua hanya bisa terdiam mengiyakan.
Ternyata simpel kan? Begitu juga untuk bisa menggantikan kebiasaan dosa. Tidak ada cara lain kecuali menggantinya dengan kebiasaan yang baru. Kalo kita punya kebiasaan berpikir kotor, untuk bisa menghilangkannya isilah pikiran dengan Firman Tuhan.
Kalo kita seringkali melakukan perbuatan yang nyerempet bahaya saat berduaan dengan sang pacar, gantilah dengan kegiatan lain di keramaian sehingga nggak akan terdorong melakukannya lagi. Boleh dibilang kita harus berusaha mengalihkan perhatian kita supaya nggak tertarik lagi dengan dosa lama kita.
Girls, mungkin sekarang ini kita lagi terikat banget dengan kehidupan dosa dan sangat ingin terbebas dari hal itu. Mintalah Roh Kudus untuk menguasai hati dan hidup kita. Isilah hari-harimu dengan hal positif yang seturut dengan Firman Tuhan, maka kita akan mempunyai hidup yang baru yang berkenan pada Tuhan.

God’s Lovingkindness


God’s Lovingkindness
By : Andreas Dwi Chrisdiantoro

Bacaan: Mazmur 12:7-8
-
“Saat kupikirkan kebaikan-Mu tak pernah ku kekurangan. Dan saat kurenungkan kesetiaan-Mu, esok kan kujelang tanpa keraguan surya kan terus ada...” Lagu pujian yang dilantunkan grup band Giving My Best (GMB) ini, membuat saya merenungkan betapa dahsyatnya kesetiaan Tuhan. Janji Tuhan enggak pernah sekalipun lalai ditepati-Nya. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata,”Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” Kalo terhadap seekor burung aja Tuhan setia memelihara, apalagi kepada kita.
Pernahkah di malam hari kita mengkuatirkan jangan-jangan besok pagi matahari tidak akan terbit? Tentu saja kita bahkan tidak pernah meragukan kesetiaan matahari untuk terbit setiap harinya. Kita juga tidak pernah meragukan apakah esok matahari akan terlambat terbit. Kita yakin bahwa matahari pasti terbit tepat pada waktunya. So, kalo terhadap benda mati seperti matahari aja kita bisa percaya, terlebih lagi seharusnya kita terhadap Tuhan.
Janji Tuhan dalam hidup kita senantiasa ditepati-Nya. Tuhan tidak pernah lalai, lupa, apalagi mengingkari perkataan-Nya. Jadi, kenapa kita masih aja ragu terhadap Firman Tuhan? Kita seharusnya enggak punya alasan untuk meragukan Tuhan. Persoalannya justru terletak pada diri kita sendiri. Apakah kita mempercayai kuasa Tuhan ataukah kita lebih suka mengandalkan manusia dan kekuatan diri kita sendiri. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan senantiasa diberkati.
Yang perlu kita lakukan agar janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita adalah: pahami janji-Nya (makanya kita perlu belajar Firman-Nya setiap hari), lakukan bagian kita (lakukan syarat apa yang harus kita penuhi), percayalah bahwa Dia setia (miliki iman!) dan akhirnya kita akan melihat janji-Nya tidak pernah gagal dalam hidup kita. Saya rindu senantiasa dalam hidup ini melihat janji-Nya digenapi, dan saya yakin saya enggak sendirian. Kamu juga, kan?

Minggu, 30 September 2012

IN CHARGE


IN CHARGE

Bacaan: Efesus 5:18-19

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,- Efesus 5:18

Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,"Papa, seberapa besar sih Tuhan itu?" Ayahnya dengan bijaksana menjawab,"Tergantung seberapa besar kamu menyediakan tempat untuk-Nya, nak." Yup, bener banget! Seberapa besar peranan Allah dalam hidup kita memang sangat tergantung pada seberapa besar kita memberi-Nya bagian untuk berperan.
Apakah kuasa Roh Kudus besar ato kecil sangat tergantung pada tempat yang kita sediakan untuk-Nya. Kuasa Roh Kudus bisa bekerja amat dahsyat ketika kita mempersilakan Roh Kudus menguasai kehidupan kita sepenuhnya. Tapi kuasa Roh Kudus juga bisa nampak kecil bahkan seolah-olah nggak ada, kalau kita nggak memberi-Nya tempat untuk berperan dalam hidup kita.
Tapi sayangnya memberi wewenang kepada Roh Kudus untuk berkuasa atas hidup ini ternyata nggak mudah. Kita lebih suka mengatur apa-apa sendiri, mengikuti selera, mood, kehendak dan pikiran kita sendiri. Padahal seluruh keinginan kita selalu ingin menjauh dari Allah dan tenggelam dalam dosa. Sementara, kalo kita harus nurutin kata Roh Kudus, seringkali susah karena harus berkorban untuk taat. Saat hati sedang marah dan jengkel, kita harus menguasai diri untuk nggak menyakiti apalagi membalas dendam. Saat kita pengennya nurutin hawa nafsu, tapi harus belajar untuk mengendalikan hawa nafsu dan kesukaan kita.
Seandainya kita mau hidup dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus, tentu hidup kita jadi berubah. Hidup ini akan jadi sangat indah. Kerajaan Allah hadir dalam kehidupan kita dan pekerjaan Tuhan dinyatakan melalui hidup kita. Masalahnya, apakah kita mau memberikan tempat bagi Roh Kudus dalam hidup kita? Tuhan ingin kita dipenuhi Roh Kudus-Nya setiap hari. Maukah kamu memberi-Nya tempat dalam hidupmu mulai hari ini?

Minggu, 16 September 2012

When God Ran and said...






When God Ran.....
By : Andreas Dwi Chrisdiantoro

Suatu hari aku meninggalkan Tuhan dan membuat kecewa..


 

 

 Aku sangat membuat DIA sedih dan sedih...


Suatu saat q ingat DIA..dan aku rindu kembali pada-Nya... saat indah bersama-Nya....

























Aku kembali pada-Nya... Aku lihat DIA juga sudah menungguku... Aku datang padaNya...DIA lari menghampiriku...






Sungguh...!!!
DIA mengejutkanku...
DIA lari menghampiriku...!!




DIA memegang bahuku....Aku menangis dan terharu...


Dia memelukku dan mendekap kepalaku....







DIA berkata kepadaku:
" Andre, Anak-Ku telah kembali lagi!"


 DIA mengangkat mukaku,,, DIA menatapku...
Aku terharu.... 




DIA mengusap air mataku...










Dengan penuh kasih, DIA mau menerimaku lagi..DIA mengampuniku...dan melupakan segala salahku...




DIA berkata lagi padaku:
"Andre, Anak-KU, Apakah kamu tahu bahwa AKU masih mengasihimu???"









Ini adalah waktu-waktu yang membuat aku TERHARU... Aku lihat DIA menerimaku...dan mengampuniku... DIA mengasihiku...dan menunggu....


When God Ran..



God said, Andre do you know I still Love you???

Aku berpikir sejenak... betapa berharganya diriku ini...
DIA mencintaiku...
DIA pedulikanku...
Sekalipun seringkali q ngecewain DIA...
Jesus!!! I LOVE YOU SO MUCH!!!